Tingkat Pembajakan Software Turun Dua Persen

JAKARTA, RABU – Studi baru yang dirilis Business Software Alliance (BSA) menunjukkan tingkat pembajakan software di Indonesia turun dua persen dari 87 persen pada tahun 2005 menjadi 85 persen di tahun 2006. Meski demikian, nilai kerugian akibat pembajakan tetap mengalami kenaikan.

Berdasarkan persentase tingkat pembajakannya, Indonesia berada pada urutan ke delapan. sedangkan di Asia Pasifik, Indonesia berada di urutan ketiga setelah Vietnam (88 persen), dan Pakistan (86 persen).

Ini merupakan sebagian dari hasil temuan studi tahunan mengenai pembajakan piranti lunak PC dunia yang keempat kalinya dirilis Business Software Alliance (BSA), sebuah asosiasi internasional yang mewakili industri piranti lunak komersial. Studi ini dilakukan secara independen oleh IDC, sebuah perusahaan riset dan prediksi pasar global terkemuka untuk industri teknologi informasi.

Meski demikian, nilai kerugian yang diderita pengembang software akibat pembajakan tetap meningkat. Dari survai tersebut, kerugian akibat pembajakan software di Indonesia diperkirakan meningkat dari 280 juta dollar AS menjadi 350 juta dollar AS

“Walaupun tingkat pembajakan masih tinggi, penurunan tersebut merupakan pertanda baik bahwa kampanye kami selama ini mulai membuahkan hasil,” kata Rama Tiwari, Chair of BSA Indonesia Committee dalam rilis yang diterima KCM. “Kami sangat optimis bahwa upaya yang berkelanjutan dari pemerintah pada akhirnya akan menghasilkan tingkat pembajakan yang lebih rendah,” imbuhnya.

Menurutnya, untuk menekan tingkat pembajakan software, BSA akan tetap kooperatif dengan badan-badan pemerintahan, dan akan melanjutkan program-program edukasinya seperti promosi praktek-praktek model software asset management (SAM) di kalangan para pelaku bisnis.

4 thoughts on “Tingkat Pembajakan Software Turun Dua Persen

  1. khusus pembajakan Software aku justru mendukung pembajaknya.
    Para produsen tidak memikirkan konsumennya. Hanya mementingkan duit aja.
    Seharusnya harga software untuk negara miskin seperti Indonesia ini dibedakan dengan negara maju. Mana ada yang mau beli software asli kalau harganya sama dengan hardwarenya.
    Kalo pembajakan buku, video, audio, dll aku baru menolak, karena harganya sudah cukup murah. Kebangeten kalo masih beli yang bajakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s