KRI dan KRCI 2007 Menuju Kontes Robot Internasional

Jakarta, Kamis (7 Juni 2007) – Kontes Robot Indonesia ( KRI ) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2007 menjadi ajang kreasi mahasiswa untuk menuju kontes robot internasional. Demikian dikatakan Satryo Soemantri Brodjonegoro Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) pada acara konferensi pers KRI dan KRCI 2007 di Depdiknas, kemarin.

Perguruan Tinggi yang memenangkan KRI dan KRCI 2007 akan diikutkan pada Asian Broadcasting Union (ABU) Robocon 2007 di Hanoi, Vietnam 26 Agustus 2007. ”Kontes robot intenasional tersebut nantinya akan disiarkan televisi oleh NHK Jepang” kata Satryo.

KRI dan KRCI 2007 diselenggarakan oleh Dirjen Dikti bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Kegiatan ini akan berlangsung pada 9–10 Juni 2007 di Graha Sepuluh November ITS, Surabaya. KRI tahun ini menginjak tahun ke-9 dan ke-4 untuk KRCI, diikuti oleh 40 tim dari 35 perguruan tinggi.

Ketua panitia KRI dan KRCI 2007 Titon Dutono mengatakan peserta akan memperebutkan Juara Pertama, Juara Kedua, Ide Terbaik, Desain Terbaik, dan Skor Tertinggi. ”Selain piala tetap, Juara Pertama juga akan memperoleh Piala Bergilir Sambhawana Pratimacala,” ujar Titon.

Tema KRI adalah ”Pencarian Pulau Komodo” disesuaikan dengan kontes ABU Robocon 2007. Peserta diharuskan membuat robot-robot yang mampu memecahkan misteri pada susunan lapangan pertandingan yang berbentuk sarang laba-laba. Tim harus bisa meletakkan semacam objek berbentuk silinder berdiameter sekitar 36 cm yang disebitkan dengan pearl (mutiara ) ke pulau ini agar pulau dapat dikuasai setelah ditemukan. Tim yang paling banyak menemukan dan meletakkan pearl di pulau-pulau ini akan menjadi pemenang.

Robot-robot yang ikut kontes harus memenuhi spesifikasi tertentu, antara lain tidak lebih dari 50 kg. Selain itu, dimensi robot saat start juga dibatasi. Untuk robot manual tidak lebih dari 1 X 1 X 1,5 meter, sedangkan yang otomatis harus masuk start zone yang berukuran 1 X 1 meter. Tinggi robot maksimum 1,5 meter.

Tema KRCI 2007 di adopsi dari tema Trinity College Fire Fighting (Home) Robot Contest di Amerika. KRCI 2007 mempertandingkan 4 divisi, yaitu Senior Beroda, Berkaki, Expert,dan expert swarm. Inti peraturannya adalah robot harus mampu memadamkan api sebuah model lorong-lorong rumah dengan kamar-kamar di kiri atau kanan. Pemenang KRCI ditentukan dari seberapa cepat suatu robot mampu menemukan api, memadamkannya, dan kembali ke tempat semula.

KRI dan KRCI 2007 dipimpin oleh Dewan Juri yang beranggotakan 10 orang pakar dari UI, IPB, ITB, POLBAN, ITS dan PENS. Untuk KRI , dewan Juri akan memimpin 80 pertandingan babak penyisihan dengan sistem setengah kompetisi dalam 8 group @ 5 tim. Sedangkan dalam pertandingan babak perdelapan final diikuti 15 tim, dengan sistem gugur. Setiap pertandingan berdurasi 3 menit.

Sementara itu, dalam KRCI dewan juri akan memandu pertandingan dalam 4 divisi, yaitu divisi senior beroda 20 tim, berkaki 10 tim, expert single 12 tim, dan expert swarm 3 tim. Untuk KRCI setiap laga robot berdurasi 5 – 6 menit.

Dari berbagai prestasi yang pernah diukir oleh mahasisa Indonesia dalam ajang internasional, tercatat sebuah prestassi yang sangat membanggakan, yaitu Juara I (Grand Prix) pada tahun 2001 di tokyo, yang ditorehkan oleh Tim Robot B-CAK darai Politeknik Elektronika Negeri Surabbaya. B-CAK menjadi juara stelah dalam babak final berhasil menghubungkan tim jepang dengan kemenangan knock out.***

One thought on “KRI dan KRCI 2007 Menuju Kontes Robot Internasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s